Telat Sedot WC Sebabkan Kematian, Ini Logikanya

Kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan sedot wc secara rutin masih sangat rendah. Menunggu penuh atau mampet terlebih dahulu seolah menjadi budaya, padahal hal itu membuat tidak nyaman dan merugikan kesehatan sendiri.

sedot wc
Ilustrasi, sumber : kabarin.co
DKI Jakarta menghasilkan 4,9 ton tinja setiap harinya, data tersebut adalah hasil dari kalkulasi antara jumlah penduduk dengan frekuensi BAB yang dikalikan dengan masa tiap kali BAB, demikian tulis Tirto.id dalam artikel yang berjudul Waspada, Tinja Bisa Membunuhmu.

Sebab Kematian, Penyakit yang Timbul dari Bakteri


Dalam artikel tersebut, Tirto.id menambahkan bahwa, pada tahun 2015 DKI Jakarta tergolonh memiliki sanitasi yang baik dengan jumlah 89 persen. Meksi demikian menurut data dari BPLHD tahun 2009, 55 persen air di tanah Jakarta terlah kontaminasi bakteri E.coli

"Jika tinja tidak diorganisir dengan baik maka akan menjadi bagian dari mata rantai penularan penyakit. Lingkungan yang tercemar tinja menjadi ruang yang baik bagi penularan beberapa penyakit seperti, diare, kolera, cacing tambang, hepatitis A, penyakit kulit dan banyak lagi," tulis Tirto.id

Selengkapnya, bisa dilihat di Tirto.id

Lainnya : Telat Sedot WC Sebabkan Kematian, Ini Logikanya